search

google translate

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Mengenal IPv6

IP versi 4 habis! Begitu judul yang menghias banyak kanal berita. Bulan Februari kemarin, IANA (lembaga yang mengatur penggunaan IP di seluruh dunia) memang sudah tidak memegang alamat IPv4 lagi.
Semua slot sudah dibagikan ke seluruh dunia melalui koordinator tiap benua. Jika slot di koordinator tiap benua itu habis juga, berarti IPv4 resmi ludes.
Apakah berarti ini “kiamat” bagi dunia internet? Sebenarnya tidak juga. Sejak tahun 1999, telah terbentuk forum yang bertugas membuat standar baru yang disebut IP versi 6 (IPv6). Ketika IPv4 habis, kita tinggal pindah ke IPv6. Cuma karena yang “pindah” adalah seluruh infrastruktur internet, prosesnya terbilang ribet dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. 
Namun untuk masa depan yang lebih baik, kita semua memang harus pindah ke IPv6. Bahkan untuk mendorong gerakan itu, besok akan diadakan hari IPv6. Bagi Anda yang masih belum memahami soal tersebut, inilah sekelumit penjelasan soal Internet Protocol serta kelebihan yang ditawarkan IPv6.

Apa itu Internet Protocol?
Internet Protocol (IP) adalah standar yang mengatur bagaimana dan lewat mana paket informasi dikirim dari jaringan internet maupun intranet. Agar paket data sampai ke tujuan yang benar, tiap perangkat yang terhubung ke internet harus memiliki alamat IP (IP Address) yang unik. Jika ada dua perangkat memiliki IP yang sama, maka akan terjadi yang disebut “IP Conflict” karena paket akan bingung mau mengarah ke mana.

Apa Masalah IPv4?
Ketika dibuat tahun 1981, IP versi 4 mengunakan 32-bit alamat, atau “hanya” sekitar 232 (4,3 milyar) alamat. Dari jumlah itu, sekitar 18 juta alamat digunakan untuk private network dan 270 juta untuk multicast adresses, sehingga tidak bisa digunakan untuk publik. Sebenarnya jumlah yang tersisa masih sangat banyak, namun lebih banyak lagi perangkat yang terhubung ke internet. Alhasil, alokasi alamat yang dimiliki IPv4 sudah tidak mencukupi lagi. Karena itulah kita membutuhkan IP versi 6 yang memiliki lebih banyak alamat.

Kapan Alamat IPv4 akan Habis?
Tergantung area, tapi setidaknya 1 sampai 3 tahun lagi. Ribut-ribut kemarin lebih disebabkan APNIC (organisasi yang mengatur penggunaan IP di Asia Pasifik) telah meminta dua tambahan blok IP Address ke IANA (yang mengatur penggunaan IP sedunia). Permintaan tersebut menyebabkan blok IP Address yang tersisa tinggal 5 (satu blok memiliki 16,8 juta alamat). Sesuai peraturan, jika blok IP yang tersisa tinggal lima, maka harus langsung dibagi ke 5 pengurus IP di tiap benua. 
Seberapa lama IP Address itu akan habis tergantung laju penggunaan internet di benua tersebut. Benua dengan laju penggunaan internet cepat seperti Asia Pasifik atau Amerika Utara mungkin dapat menghabiskan blok yang tersisa dalam tempo 1 tahun. Namun bagi benua yang penetrasi internetnya sudah meluas seperti Eropa, atau yang penetrasi internetnya masih lambat seperti Afrika dan Amerika Latin, waktu yang tersisa bisa tahunan.

Jadi IPv4 benar-benar habis?
Sebenarnya masih ada beberapa blok di luar sana yang tidak terpakai. Bahkan menurut John Heideman, peneliti dari University of Southern California, penggunaan IPv4 sebenarnya hanya 14%. Namun agak sulit menarik kembali IP Address yang sudah terlanjur tersebar. Sumber permasalahannya terjadi awal perkembangan internet, ketika pembelian alamat IPv4 cuma terbagi dalam 3 pilihan blok: /8 (16,7 juta alamat), /16 (65 ribu alamat), dan /24 (256).  Bagi perusahaan atau universitas yang membutuhkan (misalnya) 67 ribu IP Address, mereka mendapatkan satu blok /8 sejumlah 16,7 juta alamat.
Beberapa pihak seperti Universitas Stanford atau Departemen Pertahanan AS telah dengan sukarela mengembalikan IP Address yang tidak mereka gunakan. Namun masih banyak pihak seperti MIT, IBM, Apple, AT&T, atau Ford Motor yang belum menentukan sikapnya. Pihak ARIN bisa saja meminta mereka mengembalikan jatah itu, namun mengingat populasi IPv4 yang kini terbatas, pemilik IPv4 tersebut bisa saja menjadikannya sebagai aset berharga. Bahkan belakangan tersembul kabar beberapa pihak yang masih memiliki blok IPv4 menjualnya dengan harga tinggi.

IPv6 bisa mengatasi keterbatasan alamat tersebut?
Iya, karena kapasitas pengalamatan ini naik dari 32-bit menjadi 128-bit (2128) atau tepatnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat IP. Di masa datang alamat sebanyak itu mungkin juga akan habis, namun setidaknya situasi terkendali sampai ratusan tahun dari sekarang. 
Sistem pengalamatannya IPv6 sendiri menggunakan delapan kelompok kuartadesimal yang dipisahkan titik dua. Ini berbeda dengan sistem pengalamatan IPv4 yang menggunakan empat kelompok tridesimal. 
IPv4 192.168.0.1
IPv6 2001: cdba: 0000:0000:0000:0000:3257:9652

Wah, Beda Banget ya?
Iya. Secara nama beda, secara teknologi pun berbeda. Itulah mengapa kedua protokol ini tidak saling kompatibel. Komputer yang ber-IPv4 tidak dapat menemukan mail server ber-IPv6, begitu pula sebaliknya.
Namun bukan berarti internet akan macet. Paket yang dikemas dalam sistem IPv6 bisa dikemas ulang menjadi paket IPv4 sehingga komunikasi data tetap bisa terjadi. Namun cara ini tentu saja merepotkan dan boros sumber daya, sehingga berpotensi menurunkan kecepatan internet secara signifikan. Karena itu, cara terbaik adalah semua orang pindah ke IPv6. 
Oke, saya akan migrasi ke IPv6. Bagaimana caranya?
Untuk mengadopsi IPv6, dibutuhkan dukungan hardware maupun software. Di sisi end-product alias perangkat yang kita gunakan sehari-hari, relatif tidak ada masalah. Mayoritas kartu jaringan di dalam komputer, notebook, maupun smartphone masa kini telah mendukung IPv6. Begitu pula di sisi software. Windows sejak generasi XP Service Pack 1 sudah mendukung IPv6, begitu pula Mac OS X versi 10.2 dan semua distro Linux.
Akan tetapi, masalah mulai rumit ketika menyentuh perangkat akses internet, seperti modem Anda. Mayoritas modem yang diberikan penyedia jasa internet belum mendukung IPv6, sehingga harus diganti atau di-upgrade. Di sisi backbone, permasalahan lebih pelik lagi. Server, router, load-balancer, dan semua node harus diganti agar mendukung IPv6.
Jadi inti permasalahan bukan di sisi pengguna biasa, namun di sisi infrastruktur. Karena besarnya usaha dan investasi yang harus dikeluarkan, proses migrasi ini bisa berlangsung tahunan. 

Jadi, industri belum siap?
Siap tidak siap, kita harus pindah. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jepang, China, dan Korea Selatan juga sudah melakukan beberapa kebijakan untuk mendorong percepatan migrasi IPv6. 
Dan pada tanggal 8 Juni 2011 besok, diadakan Hari IPv6 sedunia. Agenda besarnya adalah melakukan uji coba IPv6 selama 24 jam. Perusahaan yang ikut serta antara lain Google, Facebook, Yahoo, Akamai, dan Limelight Networks. Mudah-mudahan, langkah ini bisa mendorong industri untuk bermigrasi ke IPv6.
sumber: www.infokomputer.com
Read More..

Sabtu, 02 April 2011

USB MojoPac Freedom 1.8

Hampir seluruh aplikasi portabel adalah freeware. Sampai dengan saat artikel ini ditulis, kami belum menemukan aplikasi komersial yang dibuat versi portabelnya. 
Nah, bagaimana solusi untuk membawa aplikasiaplikasi berbayar tersebut ke media simpan portabel dan menjalankannya di komputer mana saja?
Salah satu alternatif yang kami ajukan adalah menggunakan aplikasi MojoPac keluaran RingCube.
Secara garis besar, aplikasi ini akan membentuk lingkungan virtual sistem operasi Microsoft Windows ke dalam media simpan portabel dan memungkinkannya menginstall aplikasi-aplikasi komersial (maupun nonkomersial) yang tidak portabel.
Berdasarkan pengujian, kami sarankan Anda menggunakan media simpan yang mendukung interkoneksi USB 2.0 agar eksekusi dapat berjalan relatif cepat.
Sediakan ruang kosong dalam media simpan portabel minimal 128 MB hanya untuk sistem operasi virtual. Jika Anda ingin menginstalasi aplikasi tambahan, berikan ruang kosong yang cukup besar. Sebaiknya, gunakan komputer dengan RAM minimal 512 MB dan prosesor minimal sekelas Pentium III 933 MHz.
Jika Anda ingin menggunakan MojoPac secara gratis, pilih paket berkas instalasi yang berlabel Freedom. Versi berbayar menyediakan fasilitas keamanan, pencetakan PDF, pembaruan (update) signature keamanan, serta dukungan teknis.
Setelah MojoPac terpasang, buka media simpan portabel. Akan terlihat beberapa direktori khas sistem Windows XP, yaitu: WindowsProgram FilesDocument and Settings, sertatemp. Kliklah beruntun pada ikon Start, maka sistem operasi tamu (guest OS ) Windows XP dalam MojoPac akan dijalankan di atas sistem operasi tuan rumah (host OS) yang ada di komputer. Akseslah direktori penyimpan berkas instalasi aplikasi nonportabel dan lakukan instalasi seperti biasa.
Beberapa operasi manajemen sistem operasi virtual dapat Anda lakukan lewat menu Start > Control Panel dalam guest OS tersebut. Untuk berpindah ke host OS, klik saja tombolHost-Switch di bagian atas layer desktop(Vincent Bayu Tapa Brata)
***
MojoPac adalah solusi virtualiasasi untuk membawa dan menjalankan aplikasi-aplikasi komersial (yang umumnya adalah non portabel) dalam media simpan portabel. Sangat membantu untuk pengguna komputer dengan mobilitas tinggi.

Spesifikasi
Jenis
Freeware
Ukuran berkas instalasi
22,1 MB.
Situs web
Sistem operasi
Windows XP.

sumber: www.infokomputer.com
Read More..

Senin, 17 Januari 2011

ubuntu 2 : from zero

Ubuntu memang sistem operasi gratis namun tidak semua yang gratis itu biasa-biasa saja atau bahkan tidak bisa mengalahkan sistem operasi berbayar. Ubuntu adalah contohnya ! Buku ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana ubuntu bisa unggul dalam berbagai hal terutama dalam segi visual efek yang semuanya gratis untuk didapatkan.
Pernah melihat layar yang terbakar oleh api dan desktop berbentuk kubus 3D ? Ah, itu masih belum ada apa-apanya. Pada buku ini, Anda akan mempelajari banyak hal yang dasyat pada ubuntu, diantaranya adalah :
  • Bagaimana menginstall OS seperti Microsoft Windows didalam mesin ubuntu
  • Bagaimana menginstall Aplikasi Windows seperti Microsoft Office didalam ubuntu
  • Bagaimana mempermak tampilan ubuntu Anda sehingga mirip Windows 7
  • Bagaimana membuat dekstop Anda kebanjiran atau kebakaran
  • Bagaimana mengeksploitasi tampilan dan visual efek pada ubuntu
  • Dan masih banyak bagaimana bagaimana Lainnya YANG TIDAK PERNAH ANDA BAYANGKAN SEBELUMNYA!
Buku ini merupakan seri lanjutan dari buku yang berjudul “ubuntu : from zero...” yang juga bisa dibaca tanpa melalui buku pertama bila Anda telah memiliki dasar pengetahuan tentang Linux. Buku kedua ini akan menitik beratkan pembahasan tentang modifikasi tampilan, visual efek dan berbagai macam pernak-pernik lainnya yang akan membuat Anda semakin jatuh cinta pada ubuntu.
Judulubuntu 2 : from zero
PenulisEri Bowo
ISBN978-979-1090-44-5
CDYa
eLearningTidak
IndexTidak
Halaman214
LevelSemua Level

PERINGATAN PENULIS: Menggunakan Ubuntu dapat menyebabkan ketagihan, mata berair (karena kelamaan didepan komputer), kekaguman mendadak, jatuh cinta, hingga bangga yang berlebihan...(karena komputernya jadi keren banget). Penulis tidak bertanggung jawab atas efek samping yang ditimbulkan karena buku ini....

FREE : KALENDER LINUX 2011

sumber: www.jasakom.com
Read More..

Skyfire, Solusi Flash untuk iPad

Akhirnya, browser yang bisa memainkan flash pada iPad, Skyfire tersedia untuk iPad setelah sebelumnya tersedia untuk iPhone. Harga yang ditawarkan untuk aplikasi ini di iTunes 
adalah $ 4.99. Kini, video flash untuk twitter, facebook dan ribuan situs lainnya sudah bukan masalah lagi. Server skyfire yang memanfaatkan cloud computing akan merender video flash menjadi HTML 5 secara transparan sehingga Anda bisa langsung memainkan video flash.

Pada hari yang sama pula, dunia bajakan telah menyebar aplikasi ini yang bisa didapatkan darihttp://www.mediafire.com/?xpdhaci43nbbi9c .
Berikut adalah feature skyfire :
• Play millions of Flash videos – everyday, with no limits!
• All-new ‘Skybar’ toolbar gives one-click access to video and related content
• Stay in touch: Unique Facebook and Twitter ‘Quickview’ allows you to see your wall and feeds with one click.
• Universal ‘Like’: Like ANY page on the internet, with one click.
• Fireplace: See only the links shared by Friends. Why? Filter what friends did from what friends shared (which is a great starting point for browsing)
• Popular: See what Friends and the Facebook community have to say about the site you are currently exploring
• Be informed: Quick access to GReader feeds
• Be social: Share via Facebook and Twitter
• Share to more services including GReader, Instapaper, Pinboard and Read It Later
• Standard browser elements: Tabs, search, sharing, bookmarks, history, etc.
• Full screen option for maximum use of screen real-estate – with scroll to top
• ‘Desktop’ option loads pages as on a desktop browser, giving more flexibility in accessing web sites
• Private Browsing option: Browse with no history and cookies left behind
Read More..

Jumat, 31 Desember 2010

Review AVG Internet Security 2011

Perlindungan Kritis Bagi Bisnis
AVG Internet Securuty Business Edtition menawarkan perlindungan menyeluruh dalam jaringan serta mampu menyeimbangkan sumber daya melalui sistem pindai cerdas.
Nama antivirus yang satu ini terbilang sangat populer di tanah air. Ya, AVG memang salah satu pelopor pembasmi virus yang banyak digunakan pemakai komputer di Indonesia. Alasan utamanya karena antarmuka yang cukup mudah ditambah adanya versi gratis yang sudah ada sejak dulu. Kini, AVG Technologies menghadirkan solusi yang lebih lengkap dengan membagi dua produknya: Home Security dan Business Security. Segmen yang kedua ini salah satunya hadir lewat versi Internet Security 2011 Business Edition
AVG Internet Security Business Edition 2011 menjadi varian paling lengkap di antara 5 paket lain pada produk Business Security. Aplikasi ini menawarkan perlindungan total (terhadap virus, trojanwormspyware, dan semacamnya) bagi pengguna kantoran atau SoHo yang memiliki minimal 5 komputer (yang terhubung via sebuah jaringan atau Internet). Proteksifirewall dan perlindungan pada e-mail juga telah disertakan. Di seri Business Edition ini, juga disediakan pengaturan antarkomputer dalam jaringan (remote admin) sehingga memudahkan manajemen sekuriti.
Seperti halnya model Internet Security lainnya, AVG IS 2011 BE melakukan pengamanan akses ke Web dengan teknologi yang disebutnya LinkScanner. Modul LinkScanner akan melakukan pemeriksaan halaman Web dan link di dalamnya secara diam-diam (di latar belakang/background) guna memastikan situs tersebut tak mengancam keamanan data. Proses yang sama pun dilakukan pada mesin pencari Google, Yahoo!, dan Bing sehingga setiap hasil pencarian akan diberi peringkat (rating) tertentu. Tujuannya agar pengguna mengetahui situs/link mana yang terpercaya dan yang tidak. Teknik seperti ini menurut kami amat berguna memandu pemakai awam yang kurang berhati-hati membuka Web.
Kecepatan  AVG versi baru saat mendeteksi setiap ancaman juga menjadi hal yang patut diacungi jempol. Setiap gangguan akan dikenali AVG dengan segera sekaligus dibasmi seketika itu juga. Jika ancaman tak dikenali, AVG dapat secara otomatis melaporkan ancaman tersebut ke server (secara online). Sistem pemindaian Smart Scan yang baru juga didesain untuk bisa bekerja fleksibel. Fleksibilitas ini terwujud dalam bentuk akselerasi yang lebih kencang saat PC tak melakukan proses berat dan berjalan perlahan kala PC tengah dipakai untuk proses lainnya.
Anda yang gemar melakukan transaksi online dan mengakses situs jejaring sosial akan sangat terbantu oleh adanya firewall dan Identify Protection yang disediakan AVG. Semua informasi penting seperti password, nomor kartu kredit, atau kode rahasia lainnya akan dilindungi. Caranya mencegah setiap aplikasi agar tak merebut informasi berharga tersebut. Pengguna instant messaging ICQ, MSN, dan Yahoo juga dapat melakukan penyaringan agar tak terancam dengan link palsu atau oleh keberadaan orang yang tak dikehendaki. (Deny Prasetyo)

Kesimpulan


Bagi Anda yang menginginkan AVG dengan feature lebih lengkap dibandingkan versi gratisnya, AVG Internet Security 2011 Business Edition bisa dilirik. Dengan kemampuan melindungi lima PC dalam satu jaringan, aplikasi ini memang cocok bagi pemilik kantor rumahan. Manajemen security juga lebih gampang dilakukan lewat fasilitas remote admin.
 
Spesifikasi 
AVG Internet Security 2011 Business Edition
Lisensi
Rp1.957.000 (5 user – 1 tahun)
Besar Installer
146 MB
Pengembang
AVG Technologies
Situs Web
Sistem Operasi
Windows XP, Vista, 2000, 7, Server





Komponen Utama 

Tampilan komponen utama sekuriti yang disertai informasi status yang menyatu terlihat mudah dipahami. Pengguna juga bisa memilih bahasa Indonesia jika diinginkan.






Prioritas Scan 

Penjadwalan pindai dengan metode yang bisa dipilih. Prioritas scan juga bisa ditentukan apakah harus lambat (namun menghemat sumber daya), cepat (optimalisasi sumber daya), atau otomatis (user sensitive).





Status Aplikasi 

Melihat aplikasi yang sedang aktif, mirip seperti mengakses Services di System Configuration Utility di Windows. Di sini akan ditampilkan status file/aplikasi tersebut dengan kode warna hijau untuk kondisi aman, kuning untuk hati-hati, dan merah yang kemungkinan mengancam.




Plus
     : Antarmuka mudah;  proteksi lengkap; kemampuan deteksi cepat; tersedia updatesecara offline; ada fasilitas remote admin; ada rescue CD.
Minus : Deteksi kadang keliru (perlu update).
Skor Penilaian
- Kinerja              : 4
- Fasilitas            : 4,25
- Penggunaan    : 4,25
- Harga               : 3,25
- Skor total         : 3,98
Read More..

Review PhotoScape

Photoscape menyediakan sarana untuk menuangkan kreativitas dalam mendandani hasil foto. Sudah mudah digunakan, gratis pula.
Berkreasi dengan foto, gambar, dan ilustrasi akan terasa mengasyikkan jika dibantu dengan aplikasi yang mudah digunakan. Lebih menyenangkan lagi kalau kita tak harus membayar untuk memakainya. 
PhotoScape adalah solusi pengeditan grafis yang memenuhi dua kriteria tersebut. Mudah dan murah - bahkan gratis.
Kalau menilik fungsi-fungsi yang ditawarkan, PhotoScape tergolong lengkap. Setidaknya ada tiga belas feature yang bisa kita gunakan untuk mengolah dan memperkaya tampilan foto. Akses menuju seluruh feature tersebut dapat dengan gampang diakses dari halaman muka aplikasi.

Feature yang paling umum adalah Viewer. Di sini, kita bisa melihat-lihat koleksi gambar di dalam hard disk kita. Selain itu, kita pun dapat memeriksa metadata foto berupa berkas EXIF serta menjalankan slide show. Antarmukanya familiar karena menampilkan hierarki folder dan thumbnail gambar, mirip Windows Explorer. Sayang, thumbnail-nya, menurut kami, agak terlalu kecil. Padahal, ukurannya sudah maksimal.
Menengok feature lainnya yang lebih menarik, ada Splitter untuk memecah sebuah foto menjadi  beberapa bagian bak kepingan puzzle. Tapi, potongannya hanya bisa berbentuk persegi karena pembagian foto didasarkan pada jumlah baris dan kolom. Padahal, akan lebih seru kalau pengembang menyediakan template lain, misalnya segitiga atau kurva.
Coba juga fungsi Combine untuk menjajarkan beberapa foto sekaligus secara vertikal atau horizontal, Screen Capture untuk menangkap screenshot layar, dan Print untuk mengatur pencetakan pasfoto dalam satu halaman.
Photoscape pun menawarkan fasilitas yang memudahkan bagi penggemar fotografi, yakni RAW Converter. Walhasil, kita tidak perlu lagi repot mencari aplikasi lain untuk mengubah format hasil foto digital “mentah” jika ingin diolah melalui Photoscape.
Namun, tiga feature Photoscape favorit kami adalah Editor, Page, dan Animated GIF. Alasannya kami jelaskan lebih rinci pada boks-boks di bawah. Tapi, secara umum, ketiga fungsi itulah yang sanggup mewadahi hasrat kreativitas yang kami punyai. (Erry FP)
***
Kesimpulan
PhotoScape merupakan aplikasi alternatif untuk berkreasi dengan tampilan foto agar tidak tampil “begitu-begitu” saja. Feature-nya lengkap dan menarik dibarengi antarmuka dan operasional yang mudah dipahami. Ditambah sifatnya yang gratis, aplikasi ini sangat layak dicoba.

Spesifikasi 
PhotoScape v3.5
Harga lisensi
Gratis
Ukuran berkas instalasi
16,5 MB
Pengembang
Mooii Tech
Situs web
Sistem operasi
Windows NT/2000/XP/Vista/7 (pengguna Win 95/98/Me bisa memakai v3.4)


sumber: www.infokomputer.com
Read More..

Minggu, 12 Desember 2010

Armitage - GUI Manajemen Attack Untuk Metasploit

by d43ngCyb3r
Armitage adalah sebuah Tools Grafis (Windows & Linux) untuk manajemen serangan yang digunakan pada Metasploit yang mampu memvisualisasikan target anda, merekomendasikan eksploitasi, dan memperlihatkan kemampuan canggih melalu sebuah skema. Armitage bertujuan untuk membuat Metasploit dapat digunakan untuk praktisi keamanan yang mengerti hacking. Jika Anda ingin belajar Metasploit dan melihat fitur-fitur canggih yang disiapkan, Armitage bisa jadi solusi anda.

Armitage mengatur kemampuan Metasploit saat proses hacking. Terdapat fitur untuk Discovery, akses, Post-exploitation, dan penetrasi/Manuver.

Untuk penemuan, Armitage mengekspos beberapa fitur manajemen host Metasploit. Anda dapat mengimpor host dan menjalankan scan pada database sasaran. Armitage juga memvisualisasikan database target sehingga anda akan selalu tahu mana host Anda bekerja dan di mana Anda memiliki session.




Armitage membantu dengan Remote Exploitation - menyediakan fitur untuk secara otomatis merekomendasikan eksploitasi yang akan digunakan dan bahkan menjalankan check aktif sehingga Anda tahu mana eksploitasi yang akan bekerja. Jika pilihan ini gagal, Anda dapat menggunakan pendekatan Hail Mary approach dan melepaskan db_autopwn terhadap database target Anda.

Armitage memaparkan fitur klien-sisi Metasploit. Anda dapat memulai browser exploits, menghasilkan malicous file, dan membuat executable meterpreter.

Setelah Anda masuk, Armitage menyediakan beberapa tools yang dibangun pasca-eksploitasi dengan kemampuan dari meterpreter agent. Dengan klik menu Anda akan memperoleh keistimewaan berupa, dump hash password untuk local credentials database, Browse file, dan meluncurkan Command Shell.

Yang terkahir, Armitage membantu proses pengaturan pivoting, yaitu sebuah kemampuan yang memungkinkan Anda menggunakan compromised host sebagai platform untuk menyerang host lain dan menyelidiki lebih lanjut jaringan target dengan kata lain Metasploit bisa meluncurkan serangan dari host yg dikompromikan dan menerima sesi pada host yang sama. Selain itu Armitage juga mengekspos modul SOCKS proxy Metasploit, yang memungkinkan tools eksternal untuk mengambil keuntungan dari pivoting. Dengan tools ini, Anda dapat lebih mengeksplorasi dan melakukan penetrasi maksimal melalui jaringan.

Untuk menggunakan Armitage, Anda memerlukan berikut ini:
* Linux atau Windows
* Java 1.6
* Metasploit Framework 3.5
* Database dikonfigurasi. Pastikan Anda tahu username, password, dan host.


Untuk Mendapatkan Armitage, Silahkan Download disini:
Windows – armitage112510.zip
Linux – armitage112510.tgz

--------------------------------------------------------------------------
Refrensi:
- http://www.fastandeasyhacking.com/manual
- http://www.darknet.org.uk/2010/12/ar...or-metasploit/
- http://www.commonexploits.com/
greetz:
- Makassar Ethical Hacker

sumber: www.jasakom.com

Read More..

Sabtu, 04 Desember 2010

PosterGenius

Bikin Poster Jadi Lebih Mudah 
Mau membuat poster yang berdesain ciamik, tapi cepat dan mudah pengerjaannya? PosterGenius siap membantu kita.
Dalam sebuah pameran atau presentasi, kerap terpampang beberapa pernik pelengkap. Spanduk/banner, misalnya. Peranti ini bertujuan lebih sebagai daya pikat bagi penonton atau pengunjung yang hadir. Oleh karena itu, bagian terbesar yang tampak di sini berupa foto/gambar ilustrasi. 
Pernik lainnya adalah poster. Berbeda dengan spanduk, isi poster umumnya lebih didominasi teks. Soalnya, alat ini berguna untuk memaparkan lebih lanjut mengenai hal yang dipresentasikan. Walau begitu, poster juga sebaiknya memiliki desain menarik. Jika tidak, jangankan membaca, melirik saja orang akan malas.
Tidak mudah untuk membuat poster yang baik. Kaya informasi, mudah dimengerti, sekaligus tampil memesona. Jika ingin yang maksimal tapi membutuhkan usaha lebih, silakan gunakan Corel Draw dan Adobe Illustrator. Kalau mau mudah, pakailah PowerPoint. Konsekuensinya, hasil akhir pun seadanya saja.
Nah, sekarang coba tengok PosterGenius. Aplikasi yang satu ini adalah wujud kompromi di antara kedua alternatif tersebut. Mudah digunakan, tapi mampu mengkreasi poster yang cantik. Harga lisensinya US$199 untuk dua PC, setara dengan Adobe Illustrator CS5 dan lebih murah dibandingkan Corel Draw X5.
Untuk pengujian kali ini, kami menginstalasi PosterGenius 1.5 versi trial, sebesar 311 MB. Ukurannya cukup besar, memang. Namun, melihat kontennya setelah di-install, angka itu terasa wajar. Pasalnya, PosterGenius menyimpan lebih dari 100 template poster beresolusi tinggi.
Keberadaan seratusan template inilah yang memudahkan kita. Walhasil, kita tidak perlu dipusingkan dengan urusan desain dan format poster. Kita tinggal mengisi konten berupa teks dan grafis. Bisa foto, gambar, atau grafik berekstensi JPG, GIF, PNG, dan TIF.
Asyiknya, PosterGenius secara otomatis akan menyesuaikan aspek-aspek tipografis seperti ukuran font dan spasi paragraf, mengikuti panjang konten. Poster selalu terlihat bagus secara estetika. Tapi sayangnya, template yang ada tidak bisa dimodifikasi bila kurang sesuai selera atau kebutuhan kita. (Erry FP)
***
Kesimpulan:
PosterGenius merupakan aplikasi yang kompromistis. Ia memadukan keindahan desain seperti Adobe dan Corel dengan kemudahan penggunaan ala PowerPoint. Hasilnya, poster ciamik nan informatif. Contohnya bisa dilihat pada gambar utama artikel ini. Cantik, bukan?
 
Spesifikasi POSTERGENIUS 1.5
Harga Lisensi
US$199 / US$435 / US$790 (2 / 5 / 10 PC), US$49 (pelajar, 1 PC)
Pengembang
SciGen Technologies
Situs Web
Sistem Operasi
Windows XP/Vista/7
 

Lebih dari 100 Template 

Inilah kelebihan utama PosterGenius. Lebih dari seratus template siap untuk dipilih. Temanya pun beragam. Kita dapat memakai desain bernuansa abstrak, alam, medis, teknik, seni, atau sains. Semuanya bercita rasa tinggi serta beresolusi tajam. Dibanding harus mencari dan mengolah gambar terlebih dulu seperti di aplikasi milik Adobe/Corel, template instan milik PosterGenius yang satu ini jelas sangat membantu.

Poster Wizard 
Feature
 ini berguna untuk memandu pembuatan desain poster dalam empat langkah cepat. Pertama, tentukan dimensi poster (maksimal 4 x 2,5 meter). Kedua, isi judul poster dan penulisnya. Lantas, tuliskan pembagian bab dalam poster tersebut. Terakhir, pilih desain poster dari seratusan template yang ada. Sim salabim! Muncullah desain poster yang sudah jadi. Kita tinggal mengisinya dengan teks dan gambar.

Presentasi dan Handout  
Selain spanduk dan poster, pernik lain yang kadang dibutuhkan adalah handout.Handout umumnya dibagikan kepada para pengunjung sebagai pegangan untuk dibaca-baca. Daripada harus repot mengetik lagi, PosterGenius menyediakan featurekonversi dari konten poster menjadi handout dan bahkan berkas presentasi. Isinya sama persis dengan poster. Tinggal simpan ke dalam PDF, lalu cetak deh


Plus
     : Mempermudah dan mempercepat pembuatan poster, menyediakan lebih dari 100template menarik, mudah digunakan, tersedia feature konversi ke berkas presentasi danhandout

Minus
 : Lisensi lumayan mahal, kurang bebas memodifikasi desain, ukuran berkas instalasi cukup besar
Skor Penilaian
Kinerja              : 4,2
- Fasilitas            : 4
- Penggunaan     : 4
- Harga                : 3,5
- Skor Total
         : 3,96
Read More..
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Hihera.com
Computers Blogs
Technology Blogs - BlogCatalog Blog Directory